“Saya suka sekali memakai batik yang merupakan salah satu pakaian khas dari Indonesia. Di Jepang kami tidak memiliki batik. Dan saya senang dengan batik Kota Depok ini, jadi saya langsung memakainya.” Ujar Tokurei melalui penerjemahnya, Purnama, sesaat setelah acara pertukaran cindera mata dilakukan.
“Saya memakai batik ini, dan sekarang saya akan memaparkan tentang pemilahan sampah dengan menggunakan batik ini.” Lanjut Tokurei saat memulai paparannya tentang program pemilahan sampah di Kota Osaki.
Dalam kesempatan tersebut, Eka juga memberikan penjelasan mengenai makna dari batik ODNR yang digagas oleh Dewan Kerajinan Daerah Kota Depok (Dekranasda). Batik berwarna dasar kuning dan putih itu terdapat gambar karbohidrat lokal seperti jagung, singkong, tales, kentang, ubi jalar dan sagu. Batik ini memang menggambarkan tentang pangan lokal sebagai akumulasi dari langkah bertahap diversifikasi pangan yang dilakukan Pemkot Depok sejak September 2011. (*)
Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda