Infodesaku | Sumedang - Sejumlah
pengurus teras, Yayasan Pangeran Sumedang dan
Rukun Wargi Sumedang berhalal bihalal di gedung Srimanganti kompleks
Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang.
Acara tersebut diisi dengan silaturahmi dan
temu kangen diantara pengurus teras di kedua pengurus tersebut. Dalam
kesempatan tersebut, 3 orang pengurus teras YPS dan RWS memberikan sambutan.
Halal Bi Halal mempunyai
makna yang sangat luas, yaitu suatu pola hubungan silaturahmi antar sesama umat
muslim yang diwujudkan dalam suatu kegiatan atau acara keagamaan, yang juga
disertai dengan saling memaafkan, dan dijiwai oleh nilai-nilai Ukhuwah
Islamiyah dan nilai-nilai Idul Fithri.
Tampil sebagai pembicara
pertama Ir. H.R. Koendraad Soeria Putra, Ketua Pengurus Yayasan Pangeran
Sumedang, kemudian diikuti oleh pembicara kedua Dr. R. Iwa Kuswaeri (Ketua RWS
Puseur), dan pembicara ketiga, dari HR. Djadja Winata Kusumah (Majelis Luhur RWS)
dan Cornelis, Ketua Pembina Yasasan Pangeran Sumedang (YPS) yang juga sebagai
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat dan Sekertaris Daerah
Kabupaten Sumedang, H. Zaenal Alimin, Drs.,
MM.
Demikian seperti dikatakan Dr. R. Iwa Kuswaeri (Ketua RWS
Puseur) pada acara Halal Bi Halal yang dihadiri oleh sejumlah pejabat teras
Yayasan Pangeran sumedang dan Rukun Wargi
Sumedang kepada wartawan InfoDesaKu, kemarin, (30/8)
Mereka yang hadir antara
lain Cornelis, Ketua Pembina Yasasan Pangeran Sumedang (YPS) yang juga sebagai
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat pada acara halal bi halal
di gedung Srimanganti kompleks Museum
Prabu Geusan Ulun Sumedang. Selain Cornelis, beberapa petinggi RWS hadir di
acara tersebut seperti Ir. HR Koendraad Soeria Putra, Ketua Pengurus, Dr. R Iwa
Kuswaeri, Drs. Ketua RWS Puseur, HR. Djadja Winata Kusumah Majelis Luhur RWS ,
R. Soleh Soeryanatamihardja, Pinisepuh, YPS.
Menurutnya, seluruh umat
Islam di dunia telah merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kegembiraan,
karena telah berhasil melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh, dengan
penuh keimanan kepada Allah SWT. “Halal bi halal mempunyai makna yang sangat
luas, yaitu suatu pola hubungan silaturahmi antar sesama umat muslim yang diwujudkan
dalam suatu kegiatan atau acara keagamaan, yang juga disertai dengan saling
memaafkan, dan dijiwai oleh nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah dan nilai-nilai Idul
Fitri.”ujarnya
Lebih lanjut ia
mengatakan, hikmah khusus yang bisa dipetik dan untuk dicontoh, bahwa di tengah
tumbuhnya individualistis, bangsa kita masih sanggup melahirkan dan menumbuhkan
orang-orang yang dengan ikhlas menghibahkan dan menginfaqkan sebagian hartanya
untuk membantu orang lain yang terkena bencana atau masyarakat miskin. “Dalam
setiap jaman, hikmah historis ini memang selalu memberi pelajaran, sebab, tidak
semua sejarah berjalan mulus. Ada saat-saat cemerlang, namun ada saat-saat
sebaliknya. Tinggal kejelian kita memahami hikmah sejarah, yang menentukannya.
Apakah akan berjaya dan terhindar dari kegagalan yang pernah terjadi, atau
terpeleset lagi dan jatuh ke lembah yang sama.”ujarnya. | ZAITUN

Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda