Daud Yusuf yang beralamatkan di Kp. Tajur RT.04/04 Desa
Tajur Kecamatan Citeureup Kabupaten bogor sejak Agustus dirinya terpaksa harus
diikat tangannya di pepohonan diakibatkan terganggu jiwanya.
Menurut Uci warga Tajur mengatakan kesedihan nya,
bayangkan saja jika panas tentu Daud akan kepanasan demikian jika musim ujan
daun harus keujanan.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat tidak bisa berbuat
banyak, semenjak Daud ditinggal wafat oleh ibundanya penyakit ilang ingatan ini
mulai kambuh.
Ditanya soal bagaimana perhatia dari Dinas Kesehatan
setempat (Puskesmas Tajur) Tini selaku
anggota pekerja sosial mengaku prihatin dengan pelayanan puskesmas, menurutnya
bahwa Puskesmas tidak mau turun kelapangan, padahal kondisi pasien seperti itu.
Sempat terjadi kecelakaan diakibatkan pasien (Daud)
membakar sampah di dekat dirinya dipasung, dan naasnya kedua paha dan kakipun
terbakar, nah sewaktu warga mendatangi puskesmas Tajur mereka (staf
Puskesmas.red) malah acuh dan memilih memainkan Hanpond nya ketimbang memeriksa
kondisi Daud. Ucap Uci penuh kejengkelan.
Menurut dr. Eri Mj yang sempat dimintai pertolongan oleh
Uci mengatakan bahwa kondisi kejiwaan Daud sebetulnya masih bisa disembuhkan,
terbukti bahwa pasien masih mampu berkomunikasi dengan baik.
Lantas bagaimana peran pemerintah menangani hal ini,
sudah saatnya pemkab Bogor memperbaiki kinerjanya agar masyarakatnya bisa
mendapatkan haknya sebagai warga. (YAS)

Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda