Infodesaku
| Kota Bogor - larangan Sahur On The Road yang
dilontarkan pihak Pemerintah Kota Bogor tidak hanya disampaikan oleh Kepala
Sekolah dan jajaran guru-guru. Dukungan juga diberikan para pelajar seperti
halnya Arum M, pelajar SMA di Kota Bogor (17/06/2015).
Menurutnya, meskipun belum pernah
mengikuti Sahur On The Road, berdasarkan pengamatan di tahun-tahun lalu
kegiatan ini justru tidak berbanding lurus dengan pelaksanaannya. “Niatnya
betul untuk berbagi dengan sesama, tetapi pada pelaksanaannya justru melakukan
konvoi kendaraan dengan seenaknya sambil membunyikan klakson dan knalpot
kendaraanya,” papar Arum.
Lanjut Arum, tidak sedikit antar
kelompok SOTR yang kebetulan berpapasan di jalan terlibat tawuran hanya karena
hal sepele. “Hal ini jelas membuat kita atau masyarakat yang ada di sekitarnya
menjadi was-was dan takut,” ujarnya.
“Jadi menurut saya, adanya larangan SOTR
dari Pemerintah Kota Bogor sangat positif. Masyarakat khususnya kaum muslimin
dan muslimah yang akan melaksanakan sahur bisa tenang dan tidak terganggu oleh
kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya,” tutupnya.
|
Tendi/Kohar
Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda