![]() |
Suasana
keramaian di kawasan TPU Batok.
Jalan raya hampir sepanjang 300 meter dipadati
oleh penjual dan pembeli, mirip seperti pasar
|
Infodesaku | Tenjo, Bogor - Pagi menjelang siang, jalan raya Batok mulai dipadati massa. Mereka datang entah dari mana saja. Ada yang dari kampung sekitar tapi banyak juga yang datang dari jauh. Sepenggal jalan sepanjang hampir 300 meter ini penuh sesak.
Sejatinya di kiri dan kanan jalan adalah makam umum. Dan massa yang datang bukan hanya berziarah. Ada yang sekedar cuci mata, bermain, berpacaran, dan berbelanja. Yah, berbelanja. Sebab jalan raya yang cuma selebar 4 meter itu disesaki pedagang musiman. Ada yang menjual makanan, minuman, buah, mainan, sendal, bahkan petasan.
Inilah TPU Batok. Sebuah tempat pemakaman umum yang ada di
desa Batok, kecamatan Tenjo yang tidak biasa-biasa. Disebut tidak biasa karena
pemakaman ini selalu ramai pada hari pertama dan kedua lebaran setiap tahunnya.
“Tempat ini sudah ramai sejak puluhan tahun lalu” kata Rahmat (53) salah
seorang pengunjung ketika ditemui Info Desaku di TPU. Tangannya menjinjing
bungkusan “Buat anak” jawab spontan ketika ditanya untuk siapa boneka yang baru
saja dibelinya.
Ada gula ada semut
Banyaknya pengunjung yang datang menjadi peluang bisnis bagi
pedagang. Para pedagang yang berjualan di TPU ini umumnya adalah pedagang
musimam. Artinya berdagang di situ jika pas ada keramaian saja. Walaupun ada
juga pedagang professional yang sebelumnya sudah punya lapak di pasar dan
mengembangkan bisnisnya di TPU ini. Seperti yang diakui oleh Asep (24) penjual
petasan “kami hanya mejual saja. Petasan ini titipan dari bos”. Lain lagi yang
dijalani oleh Udin penjual buah dari pasar Parungpanjang yang sengaja datang
berdagang. “Sehari-harinya saya jualan buah di pasar Parungpanjang” Udin yang
berasal dari Cilacap sudah sering berjualan di TPU Batok, dan menurut
pengakuannya dagangannya selalu laris manis. “Tadi saya bawa lengkeng sati
keranjang, sekarang sudah habis” jelasnya sambil menunjuk kerangjang kosong di
sampingnya.
![]() |
Bagol (bpaling kiri) dan anggota komunitas
pemuda
yang mengelola keramaian di kawasan TPU Batok
|
Dengan potensi yang besar ini, sudah sewajarnya para pemuda
dan aparat desa memikirkan bagaimana mengelola keramaian yang ada di makam ini
menjadi suatau pemasukan tetap bagi kas desa. Misalnya dengan menjadikannya
sebagai kalender tahunan desa dengan mengembangkannya bukan hanya sekedar pasar
dadakan. | DAVID S


Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda