Infodesaku | Cibinong, Bogor - Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor kembali mengadakan rapat paripurna dengan
Wakil Bupati Bogor Hj. Nurhayanti dalam rangka penetapan rancangan peraturan
daerah tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah
(RPJMD) Kabupaten Bogor tahun 2013-2018 serta penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) APBD tahun anggaran 2013 di Gedung Serbaguna II, Setda Kabupaten Bogor, Kamis (7/8).
“Tentu
saja, keberhasilan dan implementasi pelaksanaan RPJMD Kabupaten Bogor tahun
2013-2018 ini sangat bergantung pada kesepakatan, kesepahaman dan komitmen
bersama antara pemangku kepentingan pembangunan daerah di Kabupaten Bogor untuk
menjaga konsistensi dan mewujudkan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di
Indonesia”, kata Nurhayanti. | Arif
(RPJMD) Kabupaten Bogor tahun 2013-2018 serta penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPJP) APBD tahun anggaran 2013 di Gedung Serbaguna II, Setda Kabupaten Bogor, Kamis (7/8).
Wakil Bupati Bogor
Hj. Nurhayanti dalam penyampaiannya didepan 33 anggota DPRD Kabupaten Bogor
mengatakan bahwa laporan keuangan yang telah diaudit oleh BPK RI dengan hasil
opini audit wajar dengan pengecualian.
Adapun realisasi
untuk pendapatan tahun anggaran 2013, lanjut Nurhayanti, adalah sebesar 4
Triliyun 572 miliar 332 Juta 366 ribu 814 rupiah atau 101,51% dari target
anggaran sebesar 4 triliyun 504 Milyar 277 juta 319 rupiah yang bersumber dari
Pendapatan asli daerah sebesar 1 trilyun 261 Miliar 34 juta 564 ribu 121
rupiah, pendapatan transfer realisasinya sebesar 3 trilyun 27 milyar 346 juta
700 ribu 154 rupiah dan lain-lain penerimaan yang sah sebesar 283 milyar 951
juta 102 ribu 539 rupiah.
Lebih lanjut, wakil
Bupati Bogor menyampaikan bahwa realisasi belanja daerah secara keseluruhan
tahun anggaran 2013 adalah sebesar 4 trilyun 614 milyar 270 juta 730 ribu 317
rupiah atau 88,86% dari target sebesar 5 trilyun 182 milyar 700 juta 712 ribu
rupiah dengan realisasi belanja tersebut bersumber dari belanja operasi yang
terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, bantuan
sosial dan belanja bantuan keuangan. Selanjutnya, belanja modal, belanja tidak
terduga, belanja transfer bagi hasil kedesa dan belanja bagi hasil lainnya.
“sehingga jika
penerimaan dikurangi belanja terjadi defisit sebesar 41 milyar 938 juta 363
ribu 503 rupiah”, tandas Nurhayanti.
Dikatakannya juga,
untuk penerimaan dan pengeluaran pembiayaan terealisasi sebagai berikut,
penerimaan daerah dalam kelompok pembiayaan sebesar 751 milyar 793 juta 492
ribu 35 rupiah atau 100 % dari target anggaran. Dan untuk pengeluaran
pembiayaan terealisasi sebesar 57 milyar rupiah atau 90,05% dari rencana
anggaran sebesar 63 milyar 300 juta rupiah. Sehingga pembiayaan netto sebesar
694 milyar 793 juta 492 ribu 35 rupiah. Dengan demikian, lanjut Nurhayanti,
sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2013 sebesar 652 milyar 855 juta 128 ribu
532 rupiah.
Menurutnya,
berdasarkan gambaran kinerja keuangan Pemkab Bogor tahun anggaran 2013 telah
melampaui target yang ditetapkan, sedangkan dari sisi belanja tidak seluruhnya
terealisasi sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan.
“tidak terealisasi
disebabkan adanya kegiatan yang tidak selesai dilaksanakan dan dianggarkan
kembali pada tahun anggaran 2014 serta adanya penghematan atas belanja tidak
langsung maupun belanja langsung dengan tidak mengurangi aspek kualitas yang
dihasilkan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku”, jelas Nurhayanti.
Selanjutnya, Nurhayanti
pun mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD atas
respon positif terhadap RAPERDA tentang RPJMD yang telah disampaikan terdahulu
dan ditetapkan persetujuaanya pada kesempatan ini, sehingga dapat segera
mendorong implementasinya sebagai landasan kebijakan dalam melaksanakan
berbagai kegiatan pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.

Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda