Ia menambahkan, yang
terpenting sudah disepakati bersama. Mengingat kebutuhan museum sendiri
sudah lengkap semua, tinggal mendekor dan melakukan penataan
saja. “Diharapkan sebelum hari anti narkoba museum tersebut sudah dapat
diresmikan,” kata dia saat memberikan Sosialisasi Anti Narkoba dalam
acara Pementasan Kesenian, Sanggar Seni oleh KNPI Kabupaten Bogor.
Mantan Deputi Pemberantasan BNN, kebetulan pilot project musium anti
narkoba tersebut yang pertama di Indonesia, dan akan dibuat di Gedung
KNPI Kabupaten Bogor. Dengan media ini tentu akan sangat efektfi dan
efisien dalam melakukan sosialisasi.
Setelah berjalan, anak-anak sekolah dapat berkunjung kapan saja ke museum anti narkoba. Mereka yang berkunjung akan dilayani untuk melihat berbagai contoh narkoba dengan dampaknya.
“Sosialisasi tersebut dalam bentuk film maupun gambar, serta menjelaskan bagaiman sejarah narkoba di Indonesia,” ujar dia.
Setelah berjalan, anak-anak sekolah dapat berkunjung kapan saja ke museum anti narkoba. Mereka yang berkunjung akan dilayani untuk melihat berbagai contoh narkoba dengan dampaknya.
“Sosialisasi tersebut dalam bentuk film maupun gambar, serta menjelaskan bagaiman sejarah narkoba di Indonesia,” ujar dia.
Disana mereka juga dapat belajar setelah melihat dampak-dampak penggunaan narkoba. Pengunjung baik anak
sekolah atau mahasiswa bisa ambil keputusan untuk tidak bersentuhan dengan narkoba.
Sehingga jika efektif dan maksimal, ada berapa puluh ribu siswa dan
mahasiswa yang tersoisialisasikan. Rencana tersebut tentu menjadi
kebanggan tersendiri di Kabupaten Bogor. “Diharapkan ini akan
menjadi contoh daerah lain untuk membuat museum anti narkoba,” tutur
dia.
Terkait dengan pengungkapan jaringan dan pelaku
narkoba, BNN sendiri masih terus mengawasi jaringan narkoba di Kabupaten
Bogor. BNN sendiri sudah beberapa kali melakukan operasi dan menangkap
jaringan perdaran narkoba di sejumlah tempat di Kabupaten Bogor.
Baik apakah itu pabriknya, pemiliknya siapa saja, profesinya seperti
apa, kerjaan mereka sehari-hari seperti apa. Saat ini, jaringan asing
sudah mulai bergeser. Sebagai contoh warga Nigeria, kerap dijumpai di
Tanah Abang,
Jakarta. Saat ini sudah bergeser kepinggiran dan apartemen.
Selain itu awal kewarganegaraan Iran dan Taiwan. Kabupaten Bogor sebagai
penyanggah Ibu kota menjadi sasaran “empuk” dalam melakukan pemasaran
narkotika. “ Oleh sebab itu jika ada sosialisasi berjalan efektif dan
maksimal setidaknya kita sudah membentengi mereka,” kata dia.
Sementara itu, Ketua KNPI Kabupaten Bogor, M Burhan mengatakan rencana
pembuatan museum tersebut merupakan bukti kongkrit KNPI sebagai induk
wadah kepemudaan agar terus memerangi peredaran narkoba.
“Kita
akan memplopori dengan berbagai program salah satunya bekerjasama dengan
BNN serta pemerintah Kabupaten Bogor untuk membuat museum,” ujar dia.
Ia menambahkan, setelah ini pihaknya akan terus memberikan sosialisasi
ke setiap sekolah tentang bahaya narkoba, dengan adanya museum ini juga
pastinya akan membimbing kepada mereka.
“Museum terbuka untuk umum,” kata dia. Jangan sampai generasi penerus
hancur hanya karena masalah narkoba saja. | DED

Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda