Karir caturnya dimulai secara tidak sengaja pada tahun 2006 ketika usianya baru menginjak 6 tahun.
Pada
saat itu, Arif memulai karirnya di kejuaraan yang cukup bergengsi, yaitu pada
Kejuaraan Asia Tenggara Yunior
menggantikan kakaknya, Sumardi Saidul Ula (beberapa waktu lalu berhasil menjadi Juara
Asia antar Mahasiswa tahun 2014 di Malaysia). Pada saat itu, Sumardi harus
mengikuti Ujian Akhir Nasional Sekolah Dasar.
Arif
merengek kepada orang tuanya untuk bisa mengikuti kejuaraan tersebut. Orang tua
Arif belum sepenuhnya percaya Arif bisa
mengikuti kejuaraan tersebut, mengingat Arif belum berlatih sama sekali. Arif
pun melakukan persiapan mendadak untuk
turnamen pertamanya, hanya berjarak 1,5 bulan persiapan saja. Tetapi karena dia
memiliki bakat, tidak sulit untuk melatihnya.
Alhasil,
Arif bersama rekan-rekan pecatur lain dari Indonesia, berhasil meraih Peringkat
III Beregu Catur Standar pada Kejuaraan Asia Tenggara Yunior dibawah Kelompok
Umur 8 (delapan) tahun.
Berselang
tiga bulan kemudian, Arif bermain di Kejuaraan Nasional pertamanya di Batam
tahun 2006. Arif berhasil menjadi Juara III kelompok umur dibawah 8 (delapan)
tahun.
Kemudian Tahun 2007, Arif bermain di Kejuaraan Daerah
Catur pertamanya di Bandung. Beberapa
hari sebelum mengikuti Kejuaraan Daerah
Tahun 2007, Arif harus dirawat dirumah sakit selama beberapa hari. Arif datang ke Kejurda dengan kondisi yang masih
sakit, tapi kondisi itu tidak menghentikannya untuk terus bermain. Arif
berhasil keluar sebagai Juara I kelompok umur dibawah 8 (delapan) tahun tanpa
terkalahkan, meraih enam kemenangan dan satu seri dari 7 (tujuh) babak
yang dipertandingkan!!!!
Arif
berhasil meraih gelar Master Percasi di
Kejuaraan Nasional Tahun 2007 kelompok umur 8 (delapan) tahun di Surabaya.
Meraih 7,5 point dari
9 babak, Arif berbagi dengan Guswan Azis dari Jawa Tengah. Kedua pecatur
ditetapkan meraih gelar Master Percasi oleh Pengurus Besar Persatuan Catur
Seluruh Indonesia.
Arif
kemudian meraih gelar Master Fide (level
Master tingkat internasional) di
Kejuaraan Asia Tenggara Yunior 2011 di Tarakan. Arif meraih 8,5 point dari 9 babak yang dimainkan.
Arif hampir menyapu semua kemenangan!!!! Hasil seri didapatnya dibabak 9 untuk mengamankan selisih 0,5 point dari
saingan terdekatnya dari Vietnam. Atas prestasinya itu, Arif diundang bertanding
pada Turnamen bertajuk Asean Champions vs China Yunior National Team
di China tahun 2011. Di turnamen tersebut Arif meraih peringkat IV
dan terbaik diantara pecatur-pecatur Asia Tenggara.
Pada
Kejuaraan Asia Tenggara Yunior Tahun 2012
di Vietnam, Arif berhasil meraih emas pada nomor catur kilat. Pada
kejuaraan tersebut, Arif juga ditemani sang kakak, Sumardi Saidul Ula karena
adik kakak ini berhasil menjadi Juara I
di Kejuaraan Nasional Tahun 2011
di Palembang dikelompoknya masing-masing!!
Arif
juga pernah bertanding disalah satu turnamen Open di Uzbekhistan dengan hasil
yang tidak terlalu mengecewakan, mengingat dia bersaing dengan pecatur-pecatur
dewasa.
Saat
ini, Arif, yang tercatat sebagai siswa
SMP Yayasan Indocement Puspanegara Citeureup kelas IX – 5, menghuni Pemusatan Latihan Nasional Yunior di Bekasi.
Arif merupakan salah satu pecatur yang dipersiapkan untuk event-event bergengsi
dunia dimasa depan dengan Pelatih yang didatangkan dari Russia.
“Saya
bangga akan pencapaian prestasinya,
mudah-mudahan suatu saat nanti Arif
mampu bersaing dikelompok elit dunia” jelas sang Pelatih, Endar Sakti Lubis,
yang juga merupakan staf Bidang Kekayaan Desa pada Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bogor.
Untuk terus memacu prestasinya, Arif yang bersekolah di Yayasan Indocement kini telah mendapatkan Beasisiwa dari perusahaan Raksasa tersebut. |YAS
.jpg)
Posting Komentar
Silahkan Anda Beri Komentar Pada Berita Ini, Sebagai Penyemangat Kami Dalam Memberikan Berita Terbaik Untuk Anda